Kesiapan Lulusan PGSD Menghadapi Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar
Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) memiliki peran penting dalam mempersiapkan calon pendidik yang kompeten untuk mengajar di level sekolah dasar. Seiring berkembangnya dunia pendidikan, guru tidak hanya berfungsi sebagai pengajar, tetapi juga sebagai fasilitator, motivator, dan pembimbing perkembangan peserta didik. Saat ini, Indonesia sedang menerapkan Kurikulum Merdeka sebagai salah satu upaya meningkatkan kualitas pendidikan dengan memberikan kebebasan belajar, materi yang fleksibel, serta pembelajaran berbasis diferensiasi sesuai kebutuhan siswa. Hal tersebut tentu menuntut calon guru, termasuk lulusan PGSD, untuk memiliki kompetensi baru yang lebih adaptif, kreatif, dan inovatif. Oleh karena itu, menarik untuk mengkaji bagaimana kesiapan lulusan PGSD dalam menghadapi penerapan Kurikulum Merdeka di sekolah dasar.
Kesiapan lulusan PGSD dalam menghadapi Kurikulum Merdeka dapat dilihat melalui beberapa aspek kompetensi, antara lain kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian. Secara pedagogik, lulusan PGSD telah dibekali kemampuan merancang pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan siswa, misalnya pembelajaran berdiferensiasi, asesmen diagnostik, hingga penyusunan modul ajar. Kurikulum Merdeka menekankan bahwa setiap siswa belajar dengan kecepatan yang berbeda, sehingga guru harus mampu memetakan karakteristik siswa, gaya belajar, serta tujuan pembelajaran yang sesuai.
Selain itu, lulusan PGSD juga dituntut memiliki kompetensi profesional dalam penguasaan materi pelajaran di tingkat sekolah dasar. Mata kuliah seperti matematika dasar, pendidikan bahasa, IPA, dan IPS menjadi bekal dasar bagi calon guru untuk mengajar dengan benar dan tepat. Di sisi lain, Kurikulum Merdeka membutuhkan guru yang tidak hanya menguasai materi, tetapi mampu mengintegrasikan pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning) dan pembelajaran kontekstual yang dekat dengan kehidupan siswa.
Dalam aspek sosial dan kepribadian, lulusan PGSD disiapkan untuk menjadi pendidik yang komunikatif, berkarakter, serta mampu membangun hubungan positif dengan siswa, orang tua, dan lingkungan sekolah. Kurikulum Merdeka menempatkan guru sebagai penggerak perubahan dan pembangun budaya positif, sehingga lulusan PGSD perlu memiliki empati, keteladanan, serta kemampuan mengelola kelas secara bijaksana.
Namun, kesiapan lulusan PGSD tidak terlepas dari tantangan. Tidak semua sekolah memiliki fasilitas lengkap untuk mendukung pembelajaran berbasis proyek atau teknologi pendidikan. Selain itu, pengalaman praktis mahasiswa selama PPL menjadi faktor penting, karena implementasi Kurikulum Merdeka membutuhkan pengalaman nyata dalam mengajar, mengelola asesmen, serta menyesuaikan gaya mengajar dengan karakter siswa. Oleh sebab itu, perguruan tinggi perlu terus memperbarui kurikulum PGSD, menyesuaikan materi perkuliahan, serta memperkuat praktik lapangan agar lulusan lebih siap memasuki dunia kerja.
Secara keseluruhan, lulusan PGSD memiliki peran strategis dalam mendukung keberhasilan penerapan Kurikulum Merdeka di sekolah dasar. Mereka telah dibekali kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian yang relevan dengan kebutuhan pendidikan masa kini. Dengan kemampuan merancang pembelajaran berdiferensiasi, asesmen berbasis kebutuhan siswa, dan implementasi pembelajaran proyek, lulusan PGSD siap menjadi guru yang adaptif dan inovatif. Meskipun masih terdapat beberapa tantangan, terutama terkait fasilitas dan pengalaman praktis, pembaruan kurikulum perguruan tinggi serta penguatan praktik mengajar akan semakin meningkatkan kesiapan lulusan. Pada akhirnya, lulusan PGSD menjadi motor penggerak pendidikan yang mampu mencetak generasi muda yang berkarakter, unggul, dan selaras dengan tujuan Kurikulum Merdeka.