Survei ke Sekolah: Jembatan Teori dan Praktik dalam Perkuliahan PGSD
Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) merupakan program studi yang mempersiapkan calon guru profesional untuk mengajar di tingkat sekolah dasar. Salah satu komponen penting dalam perkuliahan PGSD adalah kegiatan survei atau observasi ke sekolah. Kegiatan ini menjadi jembatan vital yang menghubungkan teori pembelajaran di bangku kuliah dengan praktek praktik pendidikan di lapangan.
Pengawasan ke sekolah bukan sekedar kunjungan biasa, melainkan kegiatan terstruktur yang dirancang untuk memberi siswa pengalaman langsung dalam mengamati, menganalisis, dan memahami dinamika pendidikan di sekolah dasar. Melalui kegiatan ini, mahasiswa PGSD dapat mengembangkan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian yang menjadi bekal mereka sebagai calon pendidik.
Apa Itu Kegiatan Survei ke Sekolah dalam Perkuliahan PGSD?
Survei atau observasi ke sekolah dalam konteks perkuliahan PGSD adalah kegiatan lapangan terstruktur yang dilaksanakan sebagai bagian dari mata kuliah seperti Praktik Pengalaman Lapangan (PPL), Praktik Mengajar, atau program lapangan lainnya. Kegiatan ini menempatkan Mahasiswa langsung di lingkungan sekolah dasar untuk mengamati kondisi nyata sekolah dan proses pembelajaran. Dalam pelaksanaannya, Mahasiswa tidak hanya berperan sebagai pengamat pasif tetapi juga aktif terlibat dalam berbagai aktivitasnya. Mereka mengamati kondisi fisik sekolah, mengikuti proses pembelajaran di kelas, berinteraksi dengan guru dan siswa, serta menyusun rencana pembelajaran yang sesuai dengan kondisi lapangan.
Kegiatan survei ke sekolah umumnya dilaksanakan melalui tiga tahapan seperti : Tahap Persiapan yang meliputi koordinasi dengan pihak sekolah, penyusunan instrumen observasi, dan pembekalan dari dosen pembimbing. Tahap Pelaksanaan yang meliputi kunjungan lapangan, pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Tahap Evaluasi dan Refleksi Penyusunan laporan, konsultasi dengan dosen pembimbing, dan refleksi pengalaman lapangan.
Kegiatan ke sekolah ini memiliki tujuan strategis dalam pembentukan kompetensi calon guru, tujuannya seperti :
- Mengaplikasikan Teori ke dalam Praktik
- Meningkatkan Kompetensi Calon Guru
- Memahami Kondisi Sekolah
- Melalui interaksi langsung dengan guru-guru yang berpengalaman
- Belajar dari praktik terbaik (best practice) dari guru senior
- Memahami tantangan nyata dalam profesi guru
- Memahami etika dan sikap profesional
- Membangun jaringan profesional sejak dini
- Memperkuat kemampuan adaptasi terhadap berbagai situasi pembelajaran
- Membangun kepercayaan diri sebagai calon pendidik
Kegiatan survei ke sekolah memberikan dampak yang signifikan terhadap pengembangan kompetensi calon guru. Hal ini tentunya penting dalam rangka peningkatan kesiapan mental dan emosional yang lebih baik untuk mengajar, kemampuan menghadapi situasi kelas maupun siswa yang beragam nantinya dan tentunnya memahami realistis tentang profesi yang dijalankan.