Praktisi Mengajar Hadirkan Perspektif Nyata Dunia Pendidikan pada Mata Kuliah Kurikulum Sekolah Dasar di PGSD UNESA Kampus 5
Kampus UNESA 5, Mei 2026 – Program Studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) UNESA Kampus 5 kembali menghadirkan inovasi pembelajaran melalui Program Praktisi Mengajar pada mata kuliah Kurikulum Sekolah Dasar. Kegiatan ini mempertemukan mahasiswa dengan praktisi pendidikan yang memiliki pengalaman langsung di lapangan sehingga mahasiswa memperoleh wawasan yang lebih kontekstual mengenai implementasi kurikulum di sekolah dasar.
Perkuliahan dipandu oleh Dr. Helda Kusuma W., S.Pd., M.Pd. selaku dosen pengampu dan menghadirkan Mudassir, S.Pd., M.Pd. sebagai dosen praktisi. Kegiatan dilaksanakan secara daring melalui Google Meet dan diikuti oleh mahasiswa S1 PGSD angkatan 2025 kelas B dan C selama tiga kali pertemuan yang berlangsung secara interaktif.
Pada pertemuan pertama, mahasiswa diajak untuk melakukan pre-test menggunakan aplikasi digital guna mengukur pemahaman awal mengenai konsep kurikulum. Selain itu, suasana kelas dibangun melalui sesi diskusi dan tanya jawab ringan mengenai motivasi mahasiswa memilih Program Studi PGSD serta pengalaman mereka selama menjalani perkuliahan. Selanjutnya, praktisi memberikan penguatan materi mengenai Kurikulum Merdeka, mulai dari filosofi, karakteristik, hingga implementasinya dalam pembelajaran di sekolah dasar.
Pada minggu kedua, fokus pembelajaran beralih pada pembahasan Kurikulum Mendalam (Deep Learning Curriculum) yang saat ini mulai menjadi perhatian dalam pengembangan pendidikan di Indonesia. Mahasiswa memperoleh penjelasan mengenai pentingnya pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada penguatan kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, refleksi, serta pembelajaran yang bermakna. Sebagai implementasi materi, mahasiswa diberikan tugas menyusun modul ajar yang mengintegrasikan prinsip-prinsip Kurikulum Merdeka dan pendekatan pembelajaran mendalam.
Memasuki pertemuan ketiga, mahasiswa melaksanakan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman setelah mengikuti seluruh rangkaian pembelajaran. Beberapa mahasiswa kemudian mempresentasikan modul ajar yang telah mereka susun. Presentasi berlangsung secara aktif dengan diskusi yang konstruktif, di mana dosen pengampu dan dosen praktisi memberikan masukan, evaluasi, serta rekomendasi penyempurnaan terhadap perangkat pembelajaran yang telah dibuat mahasiswa.
Dosen praktisi Mudassir, S.Pd., M.Pd. menekankan bahwa seorang calon guru perlu memahami perubahan paradigma pendidikan secara menyeluruh agar mampu merancang pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan peserta didik.
"Guru masa depan tidak cukup hanya memahami dokumen kurikulum, tetapi harus mampu menerjemahkannya menjadi pengalaman belajar yang bermakna bagi peserta didik. Melalui penyusunan modul ajar dan refleksi terhadap praktik pembelajaran, mahasiswa dilatih agar siap menjadi pendidik yang adaptif terhadap perkembangan kebijakan pendidikan," ujarnya.
Sementara itu, dosen pengampu mata kuliah, Dr. Helda Kusuma W., S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa kolaborasi bersama praktisi memberikan pengalaman belajar yang lebih autentik bagi mahasiswa karena materi yang disampaikan tidak hanya bersumber dari teori, tetapi juga berdasarkan praktik terbaik yang telah diterapkan di dunia pendidikan.
Melalui Program Praktisi Mengajar ini, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk memahami implementasi kurikulum secara lebih komprehensif, mulai dari konsep, penyusunan perangkat pembelajaran, hingga evaluasi hasil belajar. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana penguatan kompetensi pedagogik calon guru sekolah dasar agar siap menghadapi dinamika perubahan kebijakan pendidikan nasional.
Program Praktisi Mengajar yang diselenggarakan oleh PGSD UNESA Kampus 5 merupakan wujud komitmen program studi dalam menghadirkan pembelajaran yang kolaboratif, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan dunia pendidikan. Kegiatan ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kompetensi calon pendidik, SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penguatan kompetensi profesional lulusan, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan praktisi pendidikan.
Dokumentasi



