Praktisi Mengajar di UNESA Kampus 5: Membangun Pola Pikir Edupreneur melalui Inovasi Pendidikan Berdampak
Magetan, 22 Mei 2026 – Program Studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) Kampus 5 Magetan menyelenggarakan kegiatan Praktisi Mengajar Mata Kuliah Kewirausahaan pada tanggal 21–22 Mei 2026 secara daring melalui Google Meet. Kegiatan ini menghadirkan Ika Wulandari, M.Pd., praktisi pendidikan sekaligus edupreneur yang pernah meraih penghargaan Guru SMK Berprestasi Tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Tahun 2019, dengan didampingi oleh Dr. Delia Indrawati, S.Pd., M.Pd. selaku Koordinator Program Studi S1 PGSD UNESA Kampus 5. Kegiatan diikuti oleh mahasiswa angkatan 2024 kelas A, B, C, dan D sebagai bagian dari penguatan kompetensi kewirausahaan di bidang pendidikan.
Pada pertemuan pertama, narasumber mengangkat tema “Menjadi Edupreneur: Mengubah Gagasan Pendidikan Menjadi Inovasi Berdampak.” Mahasiswa diajak memahami bahwa seorang edupreneur tidak hanya mengejar keuntungan finansial, tetapi juga memiliki misi sosial untuk menghadirkan solusi atas berbagai permasalahan pendidikan. Dalam sesi ini, Ika Wulandari menekankan pentingnya membangun growth mindset, kemampuan problem solving, value creation, serta keberanian mengambil risiko (risk taking) sebagai fondasi menjadi inovator di bidang pendidikan.
Melalui berbagai contoh nyata, mahasiswa diajak mengidentifikasi persoalan yang sering dijumpai di lingkungan sekolah, seperti rendahnya minat baca, keterbatasan media pembelajaran, hingga tantangan literasi dasar. Dari berbagai permasalahan tersebut, mahasiswa kemudian berlatih merancang ide inovasi yang dapat diwujudkan menjadi produk maupun layanan pendidikan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Pada pertemuan kedua, pembelajaran difokuskan pada tema “Realisasi Inovasi Edupreneur: Mengubah Masalah Menjadi Produk Edukasi.” Mahasiswa dibimbing untuk mengembangkan ide menjadi rancangan bisnis pendidikan yang lebih terstruktur. Narasumber memperkenalkan konsep validasi masalah melalui tiga pertanyaan utama, yaitu apakah masalah tersebut mendesak (Urgent), dialami oleh banyak orang (Pervasive), dan apakah calon pengguna bersedia menggunakan atau membayar solusi yang ditawarkan (Will They Pay?).
Selain itu, mahasiswa diperkenalkan dengan berbagai bentuk produk edupreneurship, mulai dari pengembangan konten edukatif, layanan pelatihan dan pendampingan, platform pembelajaran digital, hingga media dan alat peraga pendidikan. Sebagai bekal menyusun model bisnis, mahasiswa juga mempelajari penggunaan Lean Canvas untuk memetakan kebutuhan pengguna, solusi, keunggulan produk, strategi pemasaran, serta potensi keberlanjutan usaha pendidikan.
Sebagai penutup, mahasiswa mempresentasikan rancangan bisnis edupreneur yang telah disusun dan memperoleh masukan langsung dari narasumber. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh wawasan teoritis mengenai kewirausahaan, tetapi juga pengalaman praktis dalam merancang inovasi pendidikan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Kegiatan Praktisi Mengajar menjadi salah satu bentuk implementasi pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) yang membekali calon guru agar mampu menjadi pendidik sekaligus inovator pendidikan.

Pelaksanaan kegiatan ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui peningkatan kualitas pembelajaran dan penguatan kompetensi kewirausahaan calon guru, SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) dengan menumbuhkan jiwa kewirausahaan dan inovasi di bidang pendidikan, SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) melalui pengembangan produk dan layanan pendidikan berbasis inovasi, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan praktisi dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi.
Melalui kegiatan Praktisi Mengajar ini, PGSD UNESA Kampus UNESA 5 terus menunjukkan komitmennya dalam menghasilkan lulusan yang tidak hanya profesional sebagai pendidik sekolah dasar, tetapi juga memiliki karakter inovatif, adaptif, dan berjiwa edupreneur, sehingga mampu menciptakan solusi pendidikan yang berdampak bagi masyarakat dan mendukung pembangunan pendidikan yang berkelanjutan.