Peran Teknologi Dalam Meningkatkan Efisiensi Pembelajaran Dengan Menyediakan Sumber Belajar Yang Lebih Banyak Dan Mudah Di Akses
Kemajuan teknologi di zaman sekarang semakin pesat. Berbagai aspek dalam kehidupan mengalami perubahan yang signifikan, mulai dari aspek ekonomi, politik, teknologi, pendidikan, dan lain lain. Dalam aspek pendidikan, pemanfaatan manajemen berbasis teknologi informasi dan pembelajaran di ruang kelas kini menjadi sebuah strategi utama dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan secara menyeluruh (Febrianti et al., 2023). Dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi, teknologi pendidikan sekarang semakin maju, contohnya seperti adanya aplikasi pembelajaran, platform yang menunjang pembelajaran secara daring, hingga perpustakaan online yang bisa memudahkan pelajar dalam mengakses materi pembelajaran.
Teknologi pendidikan yang semakin maju apabila dikelola dengan baik akan membuka peluang besar untuk meningkatkan efisiensi pembelajaran. Namun, efisiensi pembelajaran melalui teknologi juga memerlukan usaha untuk mewujudkannya. Diperlukan pemahaman, kesiapan, dan dukungan yang kuat dari berbagai pihak agar teknologi benar-benar menjadi sarana yang memudahkan, bukan malah memperumit proses pendidikan.
ISI
Perkembangan teknologi pada zaman sekarang semakin canggih, termasuk dalam dunia pendidikan. Pembelajaran yang dulunya dilakukan dengan cara yang sederhana sekarang menjadi lebih modern dan efisien karena adanya berbagai perangkat dan platform digital. Menurut saya teknologi tidak hanya mengubah cara guru mengajar, tetapi juga cara siswa belajar. Dengan memanfaatkan teknologi, proses pembelajaran menjadi lebih cepat, terarah, dan semakin inovatif.
Salah satu manfaat utama teknologi dalam pendidikan adalah untuk meningkatkan efisiensi waktu dan tenaga. Guru tidak lagi harus menyampaikan materi yang sama berulang kali di setiap pertemuan, karena materi dapat dilihat melalui media digital yang bisa diakses siswa secara mandiri. Hal ini menunjukkan bahwa kemudahan akses terhadap sumber belajar juga menjadi salah satu bentuk nyata efisiensi yang dihasilkan oleh teknologi. Melalui internet, siswa dapat menemukan berbagai materi pembelajaran yang menambah pemahaman dan wawasan mereka. Contohnya seperti Ruang Guru, Quipper Video, Zenius, YouTube, dan berbagai website yang dapat dikunjungi untuk menambah materi pelajaran mereka. Sehingga materi pembelajaran tidak lagi terbatas pada buku pelajaran atau catatan di kelas, tetapi berkembang menjadi pengalaman yang lebih luas dan menarik. Proses belajar pun menjadi lebih fleksibel. Siswa dapat menyesuaikan gaya belajar dan kecepatan pemahaman materi mereka sendiri, mereka bisa mengulang bagian yang belum dipahami, atau memperdalam materi tertentu melalui sumber sumber pembelajaran tambahan yang tersedia secara online. Perkembangan teknologi seperti ini mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih efektif. Dengan sumber belajar yang beragam, siswa memiliki kesempatan untuk berpikir lebih kritis, kreatif, dan mandiri.
Dengan adanya teknologi digital, pembelajaran juga bisa dilakukan secara daring tanpa harus bertemu langsung. Hal ini memudahkan kegiatan belajar mengajar apabila pembelajaran tatap muka tidak dapat dilakukan. Misalnya seperti saat pandemi Covid-19. Pembelajaran daring dapat dilakukan dengan menggunakan aplikasi Google Meeting atau Zoom. Guru juga tetap bisa memberikan penugasan kepada siswa melalui Google Classroom. Dengan adanya hal ini proses belajar mengajar tetap bisa berjalan dengan lancar.
Selain itu, teknologi memudahkan proses komunikasi antara guru dan siswa. Dengan adanya grup WhatsApp guru dapat memberikan arahan, jawaban saat siswa bertanya, maupun memberi evaluasi kepada siswa secara cepat. Sementara itu siswa bisa bertanya saat ada hal yang ingin ditanyakan dan mendapatkan informasi penting dengan cepat tanpa harus bertemu secara langsung. Hal ini membuat kegiatan belajar mengajar berjalan lebih efisien, karena tidak lagi hanya bergantung pada pertemuan tatap muka secara langsung saja.
Dari sisi guru, teknologi membantu dalam mengelola pembelajaran secara lebih mudah dan teratur. Perangkat digital memudahkan guru dalam membuat materi pembelajaran, menyusun jadwal, serta melakukan penilaian dengan lebih cepat dan akurat. Hal ini tentu menghemat waktu dan tenaga, serta meningkatkan kualitas proses belajar mengajar.
Contoh kemajuan digital pada aspek pendidikan yang dapat dimanfaatkan guru adalah adanya aplikasi PMM (Platform Merdeka Mengajar). Aplikasi PMM (Platform Merdeka Mengajar) dapat memberikan kemudahan bagi para guru dalam menerapkan Kurikulum Merdeka. Dalam Platform Merdeka Mengajar (PMM) telah disediakan berbagai fitur yang bisa digunakan untuk mendapatkan referensi dan inspirasi. Sehingga, ini dapat membantu guru untuk memahami Kurikulum Merdeka,mengembangkan kompetensi diri, dan memudahkan guru dalam mencari referensi. Dengan adanya hal ini guru dapat berinovasi dan lebih kreatif dalam memberikan pembelajaran. Kemudian untuk mempermudah guru dalam mengolah dan mencetak rapor siswa secara manual ke digital, pemerintah juga memberikan aplikasi yang bernama E-Rapor. Untuk pembelajaran dan penugasan yang lebih menarik, guru diharapkan mampu menggunakan platform digital seperti memberikan tugas vidio kemudian di upload di sosial media seperti YouTube Tik tok maupun Instagram. Penggunaan LCD proyektor juga penting digunakan dalam pembelajaran di kelas. LCD proyektor mendukung pembelajaran yang lebih menarik dan interaktif dengan menampilkan materi berupa gambar,video dan animasi, yang bertujuan meningkatkan minat dan pemahaman siswa.
Namun, perlu untuk diketahui bahwa efisiensi pembelajaran melalui teknologi tidak hanya bergantung pada alat atau platform yang digunakan, tetapi juga pada kesiapan pengguna baik guru maupun siswa. Pemanfaatan teknologi akan optimal jika disertai dengan literasi digital yang baik. Guru perlu memiliki kemampuan dalam memilih, mengelola, dan menerapkan teknologi yang sesuai dengan tujuan pembelajaran. Sementara itu, siswa harus mampu menggunakan teknologi secara bijak, tidak sekadar sebagai hiburan, tetapi sebagai sarana untuk memperluas wawasan dan menambah pengetahuan.
A. Permasalahan
Penerapan teknologi dalam pembelajaran apabila berjalan dengan maksimal akan membawa dampak dan perubahan yang sangat baik kedepannya. Tetapi berdasarkan pandangan saya, masih banyak tantangan yang dihadapi siswa maupun guru dalam melaksanakan pembelajaran yang berbasis teknologi digital ini.
Permasalahan yang pertama adalah akses internet yang masih minim, akibatnya akses terhadap sumber belajar digital masih belum merata. "Dapodik (Data Pokok Pendidikan) menyatakan 12 ribu sekolah kita belum punya akses internet, dan kita lihat keseluruhan di daerah 3T. Dan 48 ribu satuan pendidikan punya problem jaringan yang tidak baik, ada tapi tidak baik dan kuat. Ini mayoritas di daerah 3T," ujar Direktur Pendidikan Profesi dan Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud, Praptono melalui konferensi video, Kamis (22/10/2020). Artinya, kesempatan untuk mengakses sumber belajar secara online masih belum bisa dilakukan oleh semua peserta didik, terutama yang berada pada daerah yang masih sulit terjangkau internet. Padahal, tujuan utama teknologi adalah dapat meratakan akses informasi pendidikan.
Kedua, Kurangnya kompetensi guru dan siswa dalam menggunakan teknologi masih menjadi tantangan besar. Sebagian siswa hanya menggunakan handphone untuk sarana hiburan atau komunikasi saja. Hal ini dikarenakan mereka tidak tau caranya untuk mengakses materi pembelajaran di internet. Kemudian banyak tenaga pendidik yang juga belum sepenuhnya mampu memanfaatkan sumber belajar digital secara efektif. Sebagian besar masih sebatas menggunakan perangkat digital untuk administrasi sederhana atau alat komunikasi saja. Selain itu, banyak guru yang usianya sudah tua sehingga mereka kesulitan untuk menggunakan teknologi digital. Banyak guru yang menganggap bahwa penggunaan teknologi justru memperberat pekerjaan karena harus mempersiapkan materi tambahan dan mengoperasikan perangkat yang belum familiar. Mereka juga harus belajar lagi dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi agar pembelajaran yang diberikan di kelas tetapi relevan dengan perkembangan zaman.
Ketiga, belum cukupnya edukasi dan dukungan teknis bagi guru dan siswa. Di banyak sekolah, komputer dan proyektor tersedia, tetapi tidak dimanfaatkan maksimal karena siswa dan guru tidak familiar dan tidak bisa mengoperasikannya. Alhasil, potensi teknologi untuk menambah sumber belajar tidak sepenuhnya berjalan. Perangkat pembelajaran sudah ada, tetapi keterampilan untuk menggunakannya masih sangat kurang.
Keempat, kualitas sumber belajar yang tersedia secara online berbeda beda. Banyak materi yang dibagikan sumber yang kurang terpercaya sehingga rawan terjadi kesalahan informasi. Tanpa bimbingan yang tepat, siswa bisa terjebak pada informasi yang tidak akurat atau tidak sesuai dengan kebutuhan pembelajaran mereka.
B. Fakta
Berbagai penelitian di Indonesia menunjukkan bahwa teknologi dapat secara signifikan meningkatkan efisiensi pembelajaran dengan menyediakan sumber belajar yang luas dan mudah diakses. Tetapi dalam penelitian lain juga menunjukkan fakta bahwa dalam usaha efisiensi pembelajaran berbasis teknologi ini masih banyak permasalahan yang terjadi.
Dalam sebuah penelitian yang dilakukan Adnyana et al. (2025) yang berjudul Analisis Permasalahan Guru Dalam Implementasi Kurikulum Merdeka Di SD Negeri Purwosari menjelaskan terdapat beberapa tantangan yang dialami saat menerapkan pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi digital. Permasalah tersebut adalah kurangnya kemampuan guru dalam menggunakan teknologi yang disebabkan oleh faktor usia guru yang sudah cukup tua, Rata-rata usia guru di SD Negeri Purwosari berada pada golongan dewasa madya yang memiliki umur 34 sampai dengan 60 tahun, Ini yang menyebabkan kemampuan guru terbatas dalam mengunakan teknologi. Masalah selanjutnya adalah kurangnya sarana prasarana dalam pembelajaran, dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka sarana prasarana yang memadai sangat penting dalam proses pembelajaran karena membutuhkan beragam media yang sesuai dengan materi yang dipelajari.
Tetapi, berdasarkan beberapa penelitian pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran sudah menunjukan hasil yang baik. Penggunaan media pembelajaran berbasis teknologi dapat meningkatkan keterlibatan siswa, pemahaman konsep, dan motivasi belajar. Ketika siswa menggunakan media digital seperti video, simulasi interaktif, atau aplikasi belajar. Selain itu, pendekatan ini memungkinkan akses yang lebih mudah ke berbagai sumber belajar dan memungkinkan pembelajaran yang lebih adaptif sesuai dengan kebutuhan individu (Permana et al., 2024).
Kemudian Rosmini et al. (2024) Dalam sebuah penelitian berjudul Transformasi Kepemimpinan Kepala Sekolah pada Era Digital: Strategi Administrasi Pendidikan Berbasis Teknologi di Sekolah Menengah Pertama menyatakan penelitian ini menunjukkan bahwa transformasi kepemimpinan kepala sekolah di era digital, khususnya dalam implementasi administrasi pendidikan berbasis teknologi di SMP Muhammadiyah Tanah Grogot, secara signifikan meningkatkan hasil belajar siswa. Penggunaan perangkat lunak pendidikan dan sumber daya online memungkinkan akses materi pembelajaran yang dipersonalisasi, yang pada gilirannya meningkatkan kinerja akademik siswa. Implementasi teknologi dalam administrasi pendidikan juga berdampak positif pada pengembangan profesionalisme guru. Penggunaan platform digital untuk penilaian dan umpan balik memfasilitasi pemantauan kemajuan siswa secara tepat waktu dan efektif.
Dari fakta fakta di atas menunjukan bahwa pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran masih belum merata. Pada beberapa penelitian menyatakan bahwa pemenfaatan teknologi membuat pembelajaran lebih efisien. Namun, Penelitian lain menyatakan bahwa masih banyak kendala yang dialami saat memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran.
C. Solusi
Agar pemanfaatan teknologi benar-benar meningkatkan efisiensi pembelajaran dan efisiensi tersebut dapat merata, berdasarkan pandangan saya sebagai mahasiswa pendidikan, ada beberapa langkah strategis yang perlu dilakukan. Yang pertama adalah pemerataan infrastruktur digital. Pemerintah perlu memastikan bahwa akses internet dan perangkat teknologi dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia. Tanpa infrastruktur yang memadai, efisiensi yang diharapkan akan berbeda antara sekolah di kota dan di desa yang akses internet dan teknologinya masih sangat terbatas. Program seperti Merdeka Belajar dan program program pembelajaran yang berbasis teknologi digital dari Kemendikbud memerlukan infrastruktur teknologi yang memadai, pemerintah perlu lebih memperhatikan penyediaan akses teknologi di sekolah pelosok.
Kemudian pelatihan penggunaan teknologi digital kepada guru dan siswa juga perlu dilakukan. Kesiapan sumber daya manusia adalah kunci. Pelatihan tentang penggunaan teknologi pembelajaran harus menjadi bagian dari program pengembangan profesional guru. Pelatihan ini tidak hanya fokus pada aspek teknis, tetapi juga pada bagaimana merancang pembelajaran yang efektif. Siswa pun perlu dilatih bagaimana caranya mengakses materi secara online agar mereka mampu memanfaatkan sumber belajar digital secara optimal.
Untuk memastikan peserta didik mengakses materi yang benar saat mengakses materi secara online, guru bisa merekomendasikan platform digital yang terpercaya. Kemudian guru juga bisa memberikan pembelajaran pada siswa tentang literasi digital yaitu bagaimana caranya membedakan sumber yang kredibel dengan yang tidak.
D. Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs)
Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Sustainable Development Goals (SDGs) adalah program pembangunan berkelanjutan yang disusun negara-negara anggota PBB pada 2015 dan diharapkan tercapai pada 2030. SDGs merupakan komitmen bersama untuk mencapai kesejahteraan masyarakat sekaligus tetap melestarikan lingkungan. SDGs berisi 17 tujuan yang ingin dicapai. 17 tujuan SDGs itu adalah Tanpa kemiskinan (no poverty), Tanpa kelaparan (zero hunger), Kehidupan sehat dan sejahtera (good health and well-being), Pendidikan berkualitas (quality education), Kesetaraan gender (gender equality), Air bersih dan sanitasi layak (clean water and sanitation), Energi bersih dan terjangkau (affordable and clean energy), Pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi (decent work and economic growth), Industri, inovasi dan infrastruktur (industry, innovation and infrastructure), Berkurangnya kesenjangan (reduced inequality), Kota dan permukiman yang berkelanjutan (sustainable cities and communities), Konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab (responsible consumption and production), Penanganan perubahan iklim (climate action), Ekosistem lautan (life below water), Ekosistem daratan (life on land), Perdamaian, keadilan dan kelembagaan yang tangguh (peace, justice, and strong institutions), Kemitraan untuk mencapai tujuan (partnerships for the goals).
E. Kaitan Efisiensi pembelajaran melalui teknologi dengan SDGs
Efisiensi pembelajaran melalui teknologi sangat erat kaitannya dengan SDGs. SDGs yang berkaitan dengan efisiensi pembelajaran adalah SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDGs 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur). SDGs 4 menekankan pentingnya menjamin pendidikan yang inklusif dan setara secara kualitas dan mendukung kesempatan belajar seumur hidup bagi semua. Dalam tujuan ini, teknologi berperan untuk memudahkan dan memastikan bahwa pendidikan tidak hanya dapat diakses oleh kelompok tertentu, tetapi oleh seluruh masyarakat. Misalnya, siswa di daerah terpencil dapat mendapatkan pembelajaran yang sama seperti yang didapatkan siswa di kota besar, tanpa harus jauh jauh pergi ke kota. Dengan menggunakan teknologi digital mereka bisa mengakses materi secara online.
Untuk mewujudkan SDGs 4, kita membutuhkan keberhasilan dari SDGs 9. SDGs 9 berfokus pada pembangunan infrastruktur yang tangguh, industrialisasi yang inklusif, dan inovasi. Pemanfaatan teknologi dalam pendidikan merupakan wujud nyata dari implementasi SDGs 9. Pada SDGs 9 ada target pemerintah daerah yang menjelaskan bahwa pemerintah daerah dapat menemukan kesenjangan terkait akses terhadap teknologi informasi dan komunikasi serta internet dalam masyarakat, dan mengambil langkah-langkah untuk menjembataninya, khususnya melalui penyediaan ruang publik seperti perpustakaan. Pembangunan infrastruktur yang memadai seperti pada jaringan internet akan memberikan kemudahan pada pemerataan akses pembelajaran di daerah terpencil yang sulit akses internet. Integrasi antara SDGs 4 dan SDGs 9 menjadi kunci untuk memastikan bahwa kemajuan teknologi bisa menjadi alat pemerataan pendidikan. Ketika kedua tujuan ini berjalan lancar, maka efisiensi pembelajaran akan tercapai sehingga berdampak positif bagi kemajuan bangsa.
KESIMPULAN
Bagi saya teknologi memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan efisiensi pembelajaran. Teknologi telah merubah cara guru mengajar dan cara siswa belajar. Guru menjadi lebih mudah mengakses sumber belajar yang inovatif dan lebih mudah dalam memberikan pembelajaran yang efektif. Sementara bagi siswa, teknologi memberikan kesempatan untuk belajar secara mandiri, kreatif, dan interaktif. Namun, keberhasilan penerapan teknologi dalam pendidikan bergantung pada kesiapan berbagai aspek. Melalui pemanfaatan teknologi yang tepat dan kesiapan semua pihak, pembelajaran dapat berjalan lebih efisien dan berkualitas.
DAFTAR REFERENSI
Adnyana, M. S., Kertayasa, I. K., & Sudarsana, W. (2025). ANALISISIS PERMASALAHAN GURU DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DI SD NEGERI PURWOSARI. JATMIKA: Journal Education and Learning of Elementary School, 3(1), 85-99.
Rosmini, H., Ningsih, N., Murni, M., & Adiyono, A. (2024). Transformasi Kepemimpinan Kepala Sekolah pada Era Digital: Strategi Administrasi Pendidikan Berbasis Teknologi di Sekolah Menengah Pertama. Konstruktivisme: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 16(1), 165-180.
CNN Indonesia. (2020, Oktober 22). Kemendikbud: 12 Ribu Sekolah Tak Punya Akses Internet. URL: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20201022123707-20-561482/kemendikbud-12-ribu-sekolah-tak-punya-akses-internet
Febrianti, I., Tuffahati, J., Rifai, A., Affandi, R. H., Pradita, S., Akmalia, R., & Siahaan, A (2023). Pengaruh Penggunaan Teknologi Informasi Dalam Manajemen Perencanaan Pendidikan Untuk Meningkatkan Efisiensi Pendidikan. Academy of Education Journal, 14(2), 506–522.
Permana, B. S., Hazizah, L. A., & Herlambang, Y. T. (2024). Teknologi pendidikan: efektivitas penggunaan media pembelajaran berbasis teknologi di era digitalisasi. Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan Dan Sosial Humaniora, 4(1), 19-28.
Nama: Marisa Cindyana Wardhani
NIM: 25111744102
Kelas: PGSD 2025 C