Peran Calon Guru SD dalam Menghadirkan Pembelajaran yang Inovatif dan Humanis
Pendidikan pada jenjang Sekolah Dasar sangat lah penting karena merupakan pondasi awal bagi perkembangan anak dari mulai karakter, pengetahuan, dan keterampilan nya di masa depan. Dengan terbentuknya nilai-nilai yang positif pada anak maka akan mudah sekali mencapai tujuan nya di masa depan serta akan menjadi generasi penerus yang berintegritas dan akan memajukan bangsa negara yaitu Indonesia emas 2045. Dalam proses ini, guru memiliki peran penting sebagai pembimbing atau pengarah yang teladan bagipeserta didik. Namun, di era modern yang serba cepat perkembangannya dan penuh tantangan, guru tidak cukup hanya mengajar secara konvesional. Calon guru SD masa sekarang ini harus mampu untuk menghadirkan pembelajaran yang inovatif dan humanis yaitu merupakan pembelajaran yang kreatif, bermakna, dan berpusat pada peserta didik.
Sebagai calon guru SD di era abad 21 ini harus bisa memberikan pembelajaran terhadap siswa nya dengan secara inovatif agar siswa yang tidak mudah bosan serta menangkap dengan mudah pembelajaran yang dipaparkan oleh guru nya. Strategi pembelajaran inovatif merupakan salah satu faktor yang berperan dalam menentukan keberhasilan dan perubahan tingkah laku peserta didik. Pembelajaran inovatif digunakan guru bertujuan untuk mengembangkan pengetahuan peserta didik pada proses perubahan perilaku (Yuliandri, 2017). Untuk mengubah perilaku peserta didik ke arah yang lebih baik dibutuhkan teori belajar humanistik dalam pembelajaran inovatif di sekolah. Pembelajaran humanistik merupakan salah satu pembelajaran yang dapat mengembangkan sikap saling menghargai dan mengembangkan potensi yang ada pada diri peserta didik. Konsep belajar teori humanistik tidak hanya memberikan pengetahuan kepada peserta didik, tetapi mengajak untuk menghayati, menyelami, dan memahami berbagai bentuk potensi yang ada pada peserta didik.
Pembelajaran dapat diwujudkan melalui penggunaan media digital interaktif, model pembelajarannya bisa menggunakan Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based Learning), atau pembelajaran berbasis permainan. Contohnya, dalam pembelajaran memberikan anak pertanyaan matematika pernjumlahan, jika anak yang paling cepat angkat tangan untuk menjawab pertanyaan dan benar amak akan diberi hadiah sebagai reward nya.
Pembelajaran inovatif dan humanis tidak hanya bertujuan meningkatkan hasil akademik, tetapi juga membentuk karakter siswa. Dengan kegiatan kolaboratif, eksploratif, dan reflektif, siswa belajar tentang tanggung jawab, rasa ingin tahu, serta kemampuan berpikir kritis. Sebagai calon guru SD profesional, penting bagi kita sebagai calon guru di masa depan untuk terus mengembangkan kompetensi pedagogik, sosial, dan kepribadian, agar mampu menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga memanusiakan manusia.
Menjadi calon guru SD di masa depan berarti harus siap menjadi bagian dari perubahan positif dalam dunia Pendidikan. Setiap pembelajaran yang akan kita ajarkan ke pada siswa harus mengandung budi pekerti luhur yang bukan hanya mencerdaskan kehidupan bangsa tetapi menanamkan karakter kuat, toleransi, dan kreatif untuk menunjang masa depan emas bangsa. Dengan penyampaian serta penerimaan pembelajaran maka bangsa kita yaitu negara Indonesia akan dapat melahirkan generasi penerus emas pada tahun 2045. Untuk mencapai semua itu guru harus memberikan suasana pembelajaran secara Inovatif yang membuat pembelajaran lebih menarik, sementara nilai humanis menjadikannya lebih bermakna. Dengan menggabungkan keduanya, calon guru SD dapat menciptakan lingkungan belajar yang kreatif, ramah anak, dan berorientasi pada pengembangan karakter. Karena sejatinya, guru bukan hanya mengajar, tetapi juga menyentuh hati dan membentuk masa depan bangsa.