Pelatihan Perangkat Ajar Berbasis AI untuk KKG Magetan oleh PGSD UNESA 5
PGSD Kampus UNESA 5 menyelenggarakan pelatihan penyusunan perangkat ajar berbantuan AI untuk guru KKG Kabupaten Magetan di SDN Candirejo 1, 10 Juli 2025. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) oleh Program Studi PGSD UNESA Kampus 5 sukses menyelenggarakan "Pelatihan Penyusunan Perangkat Ajar Berbantuan Artificial Intelligence (AI)" pada 10 Juli 2025 di SDN Candirejo 1, Kabupaten Magetan, yang diikuti oleh guru-guru anggota Kelompok Kerja Guru (KKG) Kabupaten Magetan; kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas guru dalam memanfaatkan teknologi AI secara etis dan kontekstual untuk menyusun RPP, silabus, dan lembar kerja.
Kebutuhan penguatan kompetensi guru dalam memanfaatkan teknologi AI untuk menyusun perangkat pembelajaran menjadi landasan dilaksanakannya PKM ini, karena AI dapat meningkatkan efisiensi waktu, mendukung diferensiasi pembelajaran, dan membantu guru merancang materi yang lebih adaptif terhadap kebutuhan peserta didik. Kegiatan dilaksanakan pada 10 Juli 2025 di SDN Candirejo 1 dengan rangkaian kegiatan yang meliputi identifikasi kebutuhan, perencanaan, pelatihan intensif satu hari, serta pendampingan daring pasca-pelatihan pada 11–17 Juli 2025; peserta berasal dari berbagai sekolah dasar yang tergabung dalam KKG Kabupaten Magetan, sehingga praktik yang diberikan langsung relevan dengan konteks lapangan.

Materi pelatihan difokuskan pada etika penggunaan AI dalam pendidikan, praktik penggunaan tools AI populer (misalnya Gemini, Gamma.app, dan Canva AI), serta integrasi keluaran AI ke dalam perangkat ajar seperti RPP, silabus, dan lembar kerja siswa; metode yang diterapkan adalah problem-based training dengan tugas praktis sehingga setiap peserta menghasilkan minimal satu perangkat ajar akhir yang dapat dipakai di kelas. Dari evaluasi pra–pasca terukur bahwa kompetensi peserta meningkat pada beberapa indikator utama: efisiensi waktu, kemampuan diferensiasi, dan keyakinan dalam menggunakan AI, sementara persepsi manfaat AI tetap tinggi karena mayoritas peserta sudah memiliki ekspektasi positif sejak awal;

luaran kegiatan meliputi perangkat ajar final yang tervalidasi peserta, bank prompt AI untuk replikasi KKG, dokumentasi foto dan video, publikasi media, serta rencana naskah ilmiah. Meski secara umum berjalan lancar, kegiatan menghadapi beberapa kendala seperti koordinasi tim, kebutuhan revisi visual materi, dan penyesuaian jadwal akibat bentrok agenda KKG; untuk menanggulangi hal ini disiapkan tindak lanjut berupa pendampingan daring, pembentukan grup komunikasi antarpeserta dan fasilitator, serta rencana pelatihan lanjutan atau mikro-sertifikasi bagi guru yang ingin memperdalam penggunaan AI dalam praktik pembelajaran.

Kegiatan PKM ini berhasil meningkatkan kapabilitas guru dalam menyusun perangkat ajar berbantuan AI dan menghasilkan luaran yang siap pakai untuk pembelajaran di SD; kami mendorong kepala sekolah dan pengurus KKG untuk memanfaatkan bank prompt dan perangkat ajar hasil pelatihan sebagai bahan adaptasi di sekolah masing‑masing.