Menyiapkan Guru Hebat di Masa Depan: Manfaat Project Based Learning bagi Mahasiswa PGSD
Pendidikan di sekolah dasar menjadi fondasi utama dalam pembentukan karakter, sikap, dan ketrampilan siswa. Namun tidak selamanya dalam proses pembelajaran itu akan berjalan dengan baik tanpa adanya kendala. Ada beberapa masalah yang masih sering kita jumpai seperti, metode pengajaran yang hanya ceramah membuat siswa merasa tidak paham dengan materi yang disampaikan, sering mengantuk, merasa tidak menarik, dan membosankan.
Padahal dalam dunia pendidikan di abad-21 ini guru di tuntut untuk bisa kreatif dalam menyusun model pembelajaran yang inovatif, berpikir kritis, komunikatif, dan kolaboratif. Oleh karena itu, sebagai calon guru Sekolah Dasar mahasiswa PGSD sudah dikenalkan dengan berbagai jenis model pembelajaran untuk menunjang pemahaman mendalam mengenai model pembelajaran. Salah satu model pendekatan yang efektif dalam membekali calon pendidik dengan kemampuan tersebut yaitu model pembelajaran berbasis project based learning (PBL) atau pendekatan berbasis masalah.
Nah apa sih keistimewaan dari model pembelajaran PBL ini?
Model pembelajaran PBL adalah pendekatan pembelajaran interaktif yang melibatkan siswa secara aktif untuk ikut berkontribusi dari segi pengetahuannya secara mandiri atau berkelompok. Model ini sangat efektif mendorong kemampuan kognitif anak dengan pembelajaran berbasis masalah untuk menemukan solusi dikaitkan dengan permasalahan nyata kehidupan mereka. Biasanya model pembelajaran PBL ini diimplementasikan pada pembelajaran seperti IPA, IPS, Matematika, dan Bahasa Indonesia yang lebih menekankan pada konsep pemecahan masalah nyata dan berpikir kritis. Oleh karena itu, model pembelajaran PBl ini hadir dengan berbagai manfaat yang dapat diperoleh diantaranya,
1. Dengan pendekatan berbasis masalah nyata membuat siswa untuk memunculkan rasa ingin tau yang mendalam dari masalah yang diberikan oleh guru sehingga dapat meningkatkan segi kognitif siswa dalam berpikir kritis.
2. Dapat menumbuhkan jiwa kolaboratif, membangun sosial emosioanl dengan tugas berkelompok untuk saling bertukar pendapat, dan saling menghargai pendapat.
Melalui pendekatan PBL dengan berbagai manfaat yang diberikan membuat mahasiswa PGSD dapat mengimplementasikan dalam kegiatan mata kuliah di kampus juga loh, seperti pada saat presentasi hasil diskusi kelompok dengan menghadirkan sesi pemaparan materi dari materi yang telah di tentukan. Teman-teman presenter dibimbing bapak/ibu dosen berperan sebagai fasilitator yang menghadirkan suatu masalah kontekstual, misalnya rendahnya minat baca siswa SD, atau kesulitan siswa dalam memahami operasi hitung untuk lalu melakukan orientasi pada masalah nyata. Disitulah mahasiswa PGSD diajak untuk tidak hanya mendengarkan materi namun juga berpikir kritis, dan analitis dengan memunculkan pertanyaan untuk mengidentifikasi akar masalah, dan mencari solusi bersama. Nah, sedangkan untuk praktik di dalam kelas untuk gambaran umum sebagai calon guru. Berikut ini adalah langkah- langkah-langkah umum dalam menerapkan model pembelajaran PBL dalam kelas :
1. Orientasi pada masalah nyata
Guru menyajikan fenomena atau situasi yang menantang rasa ingin tahu siswa.
Contoh pada mapel IPA: “Mengapa tanaman di halaman sekolah cepat layu?” dengan tujuan untuk melatih siswa menyelidiki faktor penyebab tanaman itu bisa layu dengan mempertimbangkan unsur-unsur di sekitar seperti (air, cahaya, tanah) dan mencari solusi.
2. Guru mengorganisasi siswa untuk belajar
Siswa dibagi ke dalam kelompok kecil untuk mendiskusikan masalah yang diberikan dan menemukan solusi permasalahan.
3. Guru membimbing proses pengamatan
Dalam hal ini, guru berperan sebagai fasilitator untuk membimbing siswa saat melakukan proses pengamatan, mengumpulkan informasi pemecahan masalah di lingkungan sekolah. Contoh: Siswa melakukan pengamatan dan eksperimen sederhana untuk membandingkan tanaman yang berada di tempat teduh dan tanaman yang di simpan di tempat terang di sekolah agar lebih paham faktor apa yang menjadi penyebab.
4. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya
Siswa mempresentasikan solusi atau temuan yang diperoleh kepada teman-teman sekelas. Contoh dalam hasil praktikum IPA: Siswa dapat memahami bahwa tanaman di sekolah dapat layu dikarenakan ada beberapa faktor seperti, kekurangan air, di simpan di tempat teduh yang tidak terkena sinar matahari, dan mungkin tanah kurang subur.
5. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah
Guru dan siswa melakukan refleksi terhadap hasil pembelajaran untuk memperkuat pemahaman konsep.
Kesimpulan
Melalui pemahaman berbagai jenis model salah satunya model pembelajaran dalam perkuliahan membuat program pendidikan guru yang berperan sebagai calon guru di masa depan dengan berbagai tips yang ditawarkan dengan tujuan pembelajaran lebih interaktif. Melalui PBL, mahasiswa PGSD diharapkan mampu belajar menghadapi permasalahan nyata di dunia pendidikan, mencipkatan pola berpikir kritis, kolaboratif tidak hanya mendengarkan namun juga mampu menciptakan pertanyaan yang menumbuhkan pemikiran secara mendalam, serta membangun karakter profesional yang siap menghadapi dinamika sekolah dasar.