Literasi Digital Guru sebagai Langkah Menuju Siswa Cakap Digital
Pendidikan dan literasi merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Keduanya saling berkaitan dan saling memperkuat satu sama lain. Literasi menjadi bagian penting dalam proses pendidikan karena tanpa kemampuan literasi yang baik, tujuan pendidikan sulit untuk tercapai secara optimal. Oleh sebab itu, setiap individu yang terlibat dalam dunia pendidikan, baik siswa, guru, maupun tenaga pendidik lainnya, perlu memahami dan menerapkan kegiatan literasi dengan benar dan berkelanjutan.
Secara umum, literasi diartikan sebagai kemampuan seseorang dalam memahami, mengolah, serta menggunakan informasi melalui kegiatan membaca dan menulis. Namun, seiring dengan perkembangan zaman dan kemajuan teknologi, makna literasi telah mengalami perluasan. Literasi tidak lagi terbatas pada keterampilan dasar membaca dan menulis, melainkan mencakup kemampuan berpikir kritis, berkomunikasi efektif, dan memahami konteks sosial maupun budaya. Dengan demikian, literasi bukan hanya keterampilan teknis, tetapi juga kompetensi yang menggambarkan bagaimana seseorang berinteraksi secara cerdas dengan lingkungan sosial dan informasi yang kompleks.
Perkembangan zaman membawa munculnya berbagai jenis literasi baru, seperti literasi digital, literasi media, literasi finansial, hingga literasi informasi. Dari semua bentuk literasi tersebut, literasi digital menempati posisi yang sangat penting di era revolusi industri 4.0. Hal ini karena hampir seluruh aspek kehidupan manusia kini bergantung pada teknologi digital, termasuk dalam dunia pendidikan. Proses belajar mengajar tidak lagi terbatas pada ruang kelas konvensional. Kini, pembelajaran dapat dilakukan secara daring, interaktif, dan kolaboratif melalui berbagai platform digital.
Dalam konteks ini, siswa dan guru dituntut untuk memiliki keterampilan literasi digital yang baik. Literasi digital bukan sekadar kemampuan menggunakan perangkat teknologi seperti komputer atau ponsel pintar, tetapi juga meliputi kemampuan untuk mencari, mengevaluasi, dan menggunakan informasi secara kritis dan etis. Seorang individu yang memiliki literasi digital tinggi mampu membedakan informasi yang valid dan hoaks, memahami etika dalam dunia maya, serta menggunakan teknologi untuk tujuan produktif dan pembelajaran.
Namun, yang sering menjadi permasalahan adalah literasi digital lebih sering difokuskan pada peserta didik, sementara peran guru kerap diabaikan. Padahal, guru merupakan ujung tombak dalam proses pendidikan digital. Guru yang tidak memiliki kompetensi literasi digital akan mengalami kesulitan dalam membimbing peserta didik memahami dan memanfaatkan teknologi dengan benar. Lebih jauh lagi, guru yang gagap teknologi berpotensi menjadi penghambat dalam transformasi pendidikan berbasis digital.
Oleh karena itu, literasi digital seharusnya terlebih dahulu dipersiapkan bagi guru sebelum diterapkan kepada peserta didik. Guru perlu dibekali kemampuan memahami perangkat digital, mengelola sumber belajar berbasis teknologi, serta menanamkan nilai-nilai etika digital kepada siswa. Dengan memiliki kompetensi tersebut, guru dapat berperan sebagai teladan, fasilitator, sekaligus pengarah dalam penggunaan teknologi yang produktif dan bertanggung jawab.
Guru yang melek digital bukan hanya mampu memanfaatkan teknologi untuk mengajar, tetapi juga mampu menciptakan lingkungan belajar yang inovatif, kolaboratif, dan relevan dengan kebutuhan zaman. Melalui guru yang paham tentang literasi digital, peserta didik dapat dibimbing untuk menjadi warga digital yang cerdas, kritis, dan beretika. Dengan demikian, upaya meningkatkan literasi digital bagi guru bukan sekadar kebutuhan tambahan, melainkan merupakan fondasi utama untuk mencetak generasi pembelajar yang tangguh dan adaptif dalam menghadapi tantangan abad ke-21.
MASALAH
1. Apa pengertian literasi digital dalam konteks pendidikan ?
2. Mengapa guru lebih perlu menguasai literasi digital terlebih dahulu sebelum siswa?
3. Bagaimana strategi penguatan literasi digital bagi guru ?
FAKTA
Konsep literasi digital dalam pendidikan adalah kemampuan untuk mengakses, memahami, mengevaluasi, menggunakan, dan menciptakan informasi menggunakan teknologi digital secara cerdas, etis, dan aman. Dengan literasi digital yang baik, guru dapat mencari, mengevaluasi, dan menggunakan sumber daya online yang relevan dan terpercaya, sehingga meningkatkan kualitas bahan ajar dan pembelajaran yang mereka sediakan kepada siswa. Adapun strategi yang dapat diterapkan oleh guru untuk meningkatkan literasi digital siswa, yaitu perubahan metode pembelajaran, perubahan media pembelajaran, meningkatkan karakter dan tanggung jawab siswa dalam menggunakan media digital sebagai sarana pembelajaran.
Literasi digital memiliki peranan yang sangat penting dalam dunia pendidikan modern, terutama dalam upaya meningkatkan profesionalitas guru dan memperkaya proses pembelajaran. Dengan penguasaan literasi digital, guru dapat mengembangkan strategi pembelajaran yang lebih inovatif serta memanfaatkan teknologi untuk menciptakan pengalaman belajar yang interaktif dan relevan. Di sisi lain, bagi peserta didik, literasi digital berfungsi sebagai bekal penting untuk menghadapi tantangan global yang menuntut kemampuan berpikir kritis, kolaboratif, dan kreatif di era informasi.
Dalam konteks pembelajaran bahasa, literasi digital membawa dampak positif yang signifikan. Penggunaan teknologi memungkinkan siswa dan guru untuk mengakses berbagai sumber belajar yang lebih luas, membedakan kredibilitas informasi, serta memanfaatkan media digital untuk memperdalam pemahaman terhadap materi. Selain itu, guru dapat lebih produktif dalam merancang dan mengembangkan media pembelajaran berbasis digital, seperti video pembelajaran, platform interaktif, atau aplikasi edukatif yang menarik minat belajar siswa.
Namun, literasi digital tidak hanya sekadar kemampuan menggunakan perangkat teknologi. Diperlukan berbagai keterampilan kompleks, seperti kemampuan memproduksi konten digital, memahami pesan visual (photovisual skills), menavigasi teks hiper (hypert textual skills), mengevaluasi validitas informasi, serta keterampilan sosio-emosional dalam berinteraksi di dunia maya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguasaan keterampilan tersebut berkontribusi besar terhadap peningkatan profesionalitas guru dalam proses belajar mengajar.
Dengan demikian, pentingnya literasi digital dalam pendidikan tidak dapat diabaikan. Literasi ini bukan hanya menjadi sarana pendukung pembelajaran, tetapi juga fondasi untuk membangun ekosistem pendidikan yang adaptif, kreatif, dan berdaya saing tinggi di era digital. Oleh karena itu, pengembangan kompetensi literasi digital bagi guru dan siswa harus menjadi prioritas dalam sistem pendidikan masa kini.
Revolusi dan arus globalisasi teknologi digital yang terus berlangsung tanpa henti telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan manusia, khususnya di bidang pendidikan. Kondisi ini menjadikan integrasi teknologi informasi ke dalam proses pembelajaran sebagai hal yang tidak dapat dihindari, demi menyesuaikan diri dengan tuntutan kurikulum serta dinamika perkembangan zaman. Saat ini, kegiatan belajar-mengajar tidak lagi terbatas pada ruang kelas seperti metode konvensional, melainkan dapat dilakukan secara daring atau virtual. Oleh karena itu, kemajuan teknologi digital harus diimbangi dengan kesiapan, wawasan, dan kompetensi pendidik dalam mengelola pembelajaran, terutama melalui penguasaan literasi digital.
Literasi digital adalah kemampuan seseorang dalam menggunakan berbagai media digital. Selama ini, pembahasan tentang literasi digital sering berfokus pada peningkatan kemampuan siswa dalam pembelajaran. Padahal, peningkatan literasi digital guru juga sangat penting. Menurut survei Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama Katadata Insight Center (KIC), indeks literasi digital masyarakat Indonesia, termasuk guru, berada di angka 3,54 dari 5,00. Angka ini menunjukkan bahwa tingkat literasi digital di Indonesia masih tergolong “sedang” (Agustini, 2023). Karena itu, penguatan kemampuan literasi digital perlu dimulai dari para guru sebagai ujung tombak pendidikan. Dengan guru yang melek digital, proses pembelajaran dapat menjadi lebih efektif, inovatif, dan relevan dengan perkembangan teknologi. Peningkatan literasi digital guru juga akan berdampak langsung pada kemampuan siswa dalam memanfaatkan teknologi secara bijak dan produktif.
1.4 SOLUSI
Literasi digital tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga mencakup keterampilan berpikir kritis serta pemahaman etika dalam berinteraksi di dunia digital yang semakin kompleks. Literasi digital menuntut individu untuk mampu memilah informasi, berkomunikasi secara bertanggung jawab, dan memanfaatkan teknologi secara produktif. Dalam konteks pendidikan, baik guru maupun siswa memiliki tanggung jawab bersama untuk mengembangkan kemampuan ini agar tercipta lingkungan belajar yang cerdas dan aman secara digital.
Guru berperan penting dalam menanamkan nilai-nilai literasi digital kepada siswa, seperti berpikir kritis terhadap informasi daring, menghargai privasi, dan menjaga etika berkomunikasi di internet. Sementara itu, siswa dituntut untuk menjadi pengguna teknologi yang aktif, kreatif, dan bijak dalam mengelola informasi.
Dengan mengintegrasikan literasi digital dalam proses pembelajaran, pendidikan tidak hanya berfokus pada penguasaan teknologi, tetapi juga pada pembentukan karakter digital yang bertanggung jawab. Upaya ini akan membantu menciptakan generasi yang tidak hanya mahir menggunakan teknologi, tetapi juga mampu menghadapi tantangan era digital dengan pengetahuan, kesadaran, dan rasa tanggung jawab yang tinggi.
Strategi untuk Meningkatkan Literasi Digital :
1. Kurikulum yang Terintegrasi : Sekolah perlu merancang kurikulum yang terintegrasi dengan literasi digital. Seperti bagaimana penggunaan yang aman dan etis dari internet, evaluasi sumber daya online, serta pembelajaran kreatif dengan menggunakan alat-alat digital.
2. Pelatihan untuk Guru : Institusi pendidikan harus menyediakan pelatihan khusus kepada guru. Hal ini agar mereka dapat mengembangkan kemampuan literasi digital mereka sendiri dan mengajar siswa dengan lebih efektif.
3. Sumber Daya Online yang Terpercaya : Mengenalkan siswa dan guru pada sumber daya online yang tepercaya dan berkualitas. Hal tersebut agar dapat membantu memahami bagaimana cara menemukan informasi yang dapat mereka andalkan.
4. Pengajaran Kasus Nyata : Menggunakan kasus nyata tentang dampak negatif dari ketidakmampuan dalam literasi digital. Hal tersebut juga dapat membantu siswa memahami pentingnya keterampilan ini dalam kehidupan sehari-hari.
1.5 HUBUNGAN DENGAN SDGs
Keterhubungan antara Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) dan literasi digital bagi guru memiliki hubungan yang erat serta saling memperkuat. Salah satu langkah strategis dalam mencapai SDGs 2030, khususnya tujuan keempat yaitu Pendidikan Berkualitas (SDG 4), adalah dengan memasukkan literasi digital ke dalam sistem pendidikan yang adil dan inklusif. Literasi digital tidak sekadar kemampuan teknis dalam mengoperasikan teknologi, tetapi juga merupakan sarana penting bagi guru untuk menanamkan nilai-nilai keberlanjutan secara efektif di era digitalisasi pendidikan.
Terdapat hubungan yang kuat dan langsung antara literasi digital guru dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Nomor 10, yaitu mengurangi ketimpangan dalam dan antar negara. Guru yang memiliki literasi digital berperan sentral dalam menutup kesenjangan pendidikan, yang merupakan salah satu akar utama ketimpangan sosial dan ekonomi.
Guru yang memiliki kompetensi literasi digital yang baik dapat mengaitkan prinsip-prinsip SDGs dalam proses pembelajaran secara menarik, bermakna, dan kontekstual. Dengan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), guru mampu menciptakan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan sesuai dengan karakteristik peserta didik generasi Z. Penguasaan literasi digital memungkinkan guru menggunakan berbagai sumber belajar digital seperti video edukatif, infografis, simulasi daring, hingga platform pembelajaran digital untuk mengajarkan isu-isu global, antara lain perubahan iklim, kesetaraan gender, kemiskinan, serta tanggung jawab sosial.
Selain itu, penguasaan literasi digital memberikan peluang bagi guru untuk mengimplementasikan pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) yang berorientasi pada pencapaian SDGs. Contohnya, guru dapat melibatkan siswa dalam proyek digital seperti pembuatan blog, kampanye media sosial, atau presentasi daring yang membahas isu lingkungan dan sosial di sekitar mereka. Kegiatan semacam ini tidak hanya memperkuat keterampilan digital siswa, tetapi juga menumbuhkan empati, kesadaran global, dan semangat berkontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan.
Lebih lanjut, literasi digital memungkinkan guru membangun kolaborasi lintas negara melalui platform daring. Melalui kegiatan tersebut, siswa dapat saling berdiskusi, bertukar pengetahuan, dan bekerja sama dengan pelajar dari berbagai belahan dunia. Interaksi ini berperan penting dalam menumbuhkan kesadaran global, tanggung jawab sosial, serta kemampuan berpikir kritis terhadap permasalahan dunia.
Oleh karena itu, literasi digital bagi guru tidak hanya menjadi bagian dari inovasi pembelajaran modern, tetapi juga menjadi sarana strategis untuk mendukung tercapainya pendidikan berkualitas sesuai SDGs 2030. Guru yang memiliki literasi digital yang baik mampu membentuk generasi yang cerdas, adaptif, dan berkomitmen terhadap nilai-nilai keberlanjutan di masa depan.
1.6 KESIMPULAN
Literasi digital merupakan keterampilan fundamental yang wajib dimiliki oleh guru dan peserta didik untuk menghadapi tantangan pendidikan di abad ke-21. Di era yang ditandai oleh percepatan teknologi dan informasi, literasi digital tidak sekadar mencakup kemampuan menggunakan perangkat digital, tetapi juga melibatkan keterampilan berpikir kritis, kemampuan menyeleksi informasi yang kredibel, serta etika dalam berkomunikasi dan berinteraksi di dunia maya. Guru yang memiliki literasi digital tinggi mampu mengelola proses pembelajaran secara kreatif dan interaktif, menghadirkan pengalaman belajar yang menarik, relevan, serta sesuai dengan karakteristik generasi Z yang hidup di tengah budaya digital. Selain itu, guru berperan penting dalam menanamkan nilai-nilai keberlanjutan yang sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 10 (Pengurangan Kesenjangan).
Peningkatan literasi digital guru dapat dipandang sebagai investasi strategis untuk mencegah munculnya kesenjangan digital di dunia pendidikan. Melalui penerapan kurikulum yang terintegrasi dengan teknologi, program pelatihan yang berkesinambungan, serta penggunaan sumber belajar digital yang valid dan bertanggung jawab, guru dapat menciptakan suasana belajar yang lebih efektif, inklusif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Pendekatan pembelajaran seperti project-based learning dan kolaborasi daring antar siswa juga dapat mendorong tumbuhnya empati sosial, kesadaran global, serta kemampuan berpikir kritis dalam memecahkan masalah nyata yang berkaitan dengan isu-isu keberlanjutan.
Dengan demikian, literasi digital bukan hanya berfungsi untuk meningkatkan kemampuan teknis guru dalam menggunakan teknologi, tetapi juga menjadi fondasi utama bagi terciptanya ekosistem pendidikan yang berdaya saing, beretika, dan berkelanjutan. Guru yang berkompeten secara digital memiliki peran vital dalam membentuk generasi pembelajar yang cakap digital, kreatif, serta siap berkontribusi secara aktif terhadap pembangunan berkelanjutan di era globalisasi teknologi.
1.7 REFERENSI
Arissaputra, A. T. M. (2023, June 15). Pentingnya menguasai kemampuan literasi digital bagi guru. GuruInovatif.id. https://guruinovatif.id/artikel/pentingnya-menguasai-kemampuan-literasi-digital-bagi-guru
Setyowati, A. (2023, December 28). Literasi Digital Bagi Pendidikan. UPTD Balai Teknologi Informasi Komunikasi Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. https://btikp.babelprov.go.id/content/literasi-digital-bagi-pendidikan
Susanti Ika. (2023, September 10). Menghadapi Era Digital: Meningkatkan Kemampuan Literasi Digital di Kalangan Siswa dan Guru. GuruInovatif.id. https://guruinovatif.id/artikel/menghadapi-era-digital-meningkatkan-kemampuan-literasi-digital-di-kalangan-siswa-dan-guru
Super Administrator. (2023, Desember 4). Cari tahu yuk: Peran literasi digital dalam perkembangan pendidikan! Perpustakaan & Kearsipan Provinsi Lampung. https://perpusda.lampungprov.go.id/detail-post/cari-tahu-yuk-peran-literasi-digital-dalam-perkembangan-pendidikan
Nama : Raccel Nadya Carisma Putri
NIM : 25111744094
Kelas : 2025 C