Kesiapan Calon Guru PGSD dalam Menghadapi Era Digital di Sekolah Dasar
(https://share.google/images/phGoXYdsiFzacd209)
Pendahuluan
Perkembangan teknologi digital membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan, termasuk pada jenjang sekolah dasar. Pembelajaran yang sebelumnya didominasi metode konvensional kini mulai beralih ke model pembelajaran digital berbasis teknologi. Guru tidak hanya dituntut mampu mengajar, tetapi juga mengintegrasikan teknologi dalam kegiatan belajar mengajar. Oleh karena itu, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) memiliki tanggung jawab penting dalam mempersiapkan calon guru yang siap menghadapi tantangan era digital. Kesiapan ini tidak hanya mencakup penguasaan perangkat teknologi, tetapi juga kemampuan untuk menciptakan suasana belajar yang kreatif, interaktif, dan relevan dengan perkembangan zaman.
Isi
Kesiapan calon guru PGSD dalam menghadapi era digital dapat dilihat dari beberapa aspek. Pertama, kemampuan literasi digital. Mahasiswa PGSD dibekali pengetahuan dasar mengenai teknologi pendidikan seperti penggunaan laptop, aplikasi pembelajaran, media digital interaktif, Learning Management System (LMS), dan platform pembelajaran online. Penguasaan literasi digital ini penting agar calon guru dapat mengembangkan materi pembelajaran yang inovatif serta memfasilitasi pembelajaran jarak jauh apabila diperlukan.
Kedua, penguasaan media dan sumber belajar digital. Mahasiswa PGSD dilatih untuk membuat media pembelajaran berbasis teknologi, seperti video animasi sederhana, presentasi interaktif, hingga penggunaan aplikasi edukasi seperti Canva, Wordwall, atau Quizizz. Pelatihan ini bertujuan agar calon guru mampu menarik perhatian siswa dan meningkatkan motivasi belajar melalui media yang lebih menarik dan sesuai dengan karakteristik generasi digital saat ini.
Ketiga, kemampuan mengelola kelas digital (digital classroom management). Dalam pembelajaran berbasis teknologi, guru harus dapat mengatur kegiatan kelas, menjaga kedisiplinan, serta memastikan semua siswa tetap terlibat aktif. Oleh karena itu, PGSD memberikan pengalaman praktis melalui micro teaching dan praktik pengalaman lapangan (PPL). Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa berlatih menggunakan teknologi dalam situasi kelas nyata dan belajar mengatasi kendala seperti jaringan internet, kesiapan perangkat, dan perbedaan kemampuan digital siswa.
Keempat, penguatan karakter dan etika digital. Era digital bukan hanya soal kecanggihan teknologi, tetapi juga tantangan moral, seperti penyalahgunaan informasi dan akses media yang tidak terkontrol. Mahasiswa PGSD diberi pemahaman tentang etika penggunaan teknologi, literasi informasi, dan pembentukan karakter siswa dalam menggunakan media digital secara bertanggung jawab. Guru yang berkarakter akan mampu membimbing siswa menjadi pengguna teknologi yang bijak.
Penutup
Dengan demikian, kesiapan calon guru PGSD dalam menghadapi era digital merupakan hal yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan sekolah dasar. Melalui penguasaan literasi digital, kemampuan menciptakan media pembelajaran inovatif, pengalaman praktik lapangan, serta pemahaman mengenai etika penggunaan teknologi, mahasiswa PGSD dibentuk menjadi pendidik profesional yang mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Kehadiran guru yang kompeten dalam teknologi sekaligus berkarakter akan membantu menciptakan proses pembelajaran yang bermakna, menarik, dan relevan bagi generasi muda di era digital.