Apa Saja Organisasi yang Dapat Diikuti Guru SD?
Apa itu Organisasi Profesi Guru
Organisasi adalah Kumpulan sekelompok orang untuk bekerja sama dengan tujuan yang sama. Yang dapat diartikan sebagai Profesi, adalah jabatan atau pekerjaan yang menuntut keahlian seseorang dan didapat melalui adanya proses pendidikan. Suatu profesi erat kaitanya dengan jabatan atau pekerjaan tertentu yang dengan sendirinya menuntut keahlian, pengetahuan, dan ketrampilan tertentu pula. Dan Guru adalah pendidik dengan tugas utamanya mendidik, mengajar, membimbing, melatih dan mengevaluasi. Jabatan guru dikenal sebagai pekerjaan yang professional, artinya jabatan ini memerlukan suatu keahlian khusus.
Dari kata Organisasi profesi dapat diartikan sebagai organisasi yang anggotanya adalah para praktisi yang menetapkan diri mereka sebagai profesi dan bergabung bersama untuk melaksanakan fungsi-fungsi sosial yang tidak dapat mereka laksanakan dalam kapasitas mereka sebagai individu. Jadi, dapat disimpulkan bahwa organisasi profesi guru adalah suatu wadah perkumpulan orang-orang yang memiliki suatu keahlian khusus dalam mendidik
Tujuan Organisasi Profesi Guru
Tujuan dari organisasi profesi guru adalah meningkatkan harkat dan martabat guru melalui bimbingan profesi berkelanjutanmempertinggi kesadaran, sikap, mutu, dan kegiatan profesi guru serta meningkakan kesejahteraan mereka. Adapun menurut UU RI pasal 40 ayat 1, organisasi profesi keguruan mempunyai tujuan untuk memajukan profesi, meningkatkan kompetensi, karir, wawasan pendidikan, perlindungan profesi, kesejahteran, dan pengabdian dalam masyarakat.
Jenis-jenis Organisasi Profesi Guru
Organisasi Profesi Guru yang cukup terkenal adalah PGRI. Masih ada beberapa organisasi profesi guru selain PGRI yang dapaat diikuti guru SD yaitu :
- Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI)
Siapa sih yang tidak kenal PGRI? Organisasi satu ini memang cukup populer di kalangan masyarakat. Hal itu karena PGRI merupakan organisasi guru pertama yang dibentuk sejak zaman penjajahan Belanda. PGRI lahir pada 25 November 1945, setelah 100 hari proklamasi kemerdekaan Indonesia. Cikal bakal organisasi PGRI adalah diawali dengan nama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) tahun 1912, kemudian berubah nama menjadi Persatuan Guru Indonesia (PGI) tahun 1932.
Adapun terkait program kerja, PGRI berupaya untuk selalu memfasilitasi pengembangan karir dan peningkatan kompetensi profesional para anggotanya.
- Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP)
MGMP merupakan suatu wadah asosiasi atau perkumpulan bagi guru mata pelajaran yang berada di suatu sanggar atau kabupaten/kota yang berfungsi sebagai sarana untuk saling berkomunikasi, belajar dan bertukar pikiran dan pengalaman dalam rangka meningkatkan kinerja guru sebagai praktisi atau perilaku perubahan reorientasi pembelajaran di kelas. Menurut Mangkoesapoetra MGMP merupakan forum atau wadah profesional guru mata pelajaran yang berada pada suatu wilayah kebupaten/kota/kecamatan/sanggar/gugus sekolah.
- Ikatan Guru Indonesia (IGI)
IGI didirikan pada tanggal 26 November 2009 oleh Satria Dharma. Organisasi bermoto “Sharing and Growing Together” ini memiliki anggota yang berasal dari kalangan guru, dosen, dan pemerhati pendidikan di Indonesia.
Kehadiran IGI diharapkan mampu mencetak guru-guru independen yang mampu mengubah dirinya tanpa harus bergantung pada pihak lain. Tidak hanya itu IGI juga berupaya menjadikan guru sebagai lokomotif penggerak perubahan di Indonesia.
- Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI)
Sebelum adanya PGRI, maka ada juga PGSI. PGSI adalah serikat pekerja profesi guru swasta yang bersifat terbuka, independen.
PGSI merupakan organisasi profesi yang selalu berupaya memperjuangkan kesejahteraan bagi guru-guru swasta. Seperti Bapak/Ibu ketahui, undang-undang yang mengatur tentang guru dan dosen berlaku secara umum, baik untuk guru PNS maupun swasta.
Namun, pada kenyataannya keduanya memiliki tingkat kesejahteraan yang berbeda. Oleh karena itu, terbentuklah PGSI sebagai wadah untuk menyetarakan kinerja dan kesejahteraan guru-guru swasta.
- Kelompok Kerja Guru (KKG)
KKG sebagai kelompok kerja seluruh guru dalam satu gugus. Pada tahap pelaksanaannya dapat dibagi ke dalam kelompok kerja guru yang lebih kecil, yaitu kelompok kerja guru berdasarkan jenjang kelas dan mata pelajaran. Tujuan KKG ini meliputi dapat memberikan bantuan opersional kepada guru kelas dan mata pelajaran, meningkatkan pemahaman dalam keterampilan supaya dapat dikembangkan melalui sharing, meningkatkan proses belajar yang aktif, kreatif, dan menyenangkan. Jadi melalui KKG kita bisa mengetahui bahwa keterampilan mengajar guru sangat mempengaruhi terhadap kualitas pembelajaran. Di antaranya keterampilan bertanya, memberi penguatan, mengadakan variasi, menjelaskan, membuka dan menutup pelajaran, memimpin diskusi kelompok kecil dan perorangan.